Cara Aman Saat Sekolah Tatap Muka Di Masa Pandemi

Orang tua harus pandai mencari cara agar anak, terutama pelajar SD, tidak merasa jenuh di rumah. Sebelumnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi X, Mendikbud Nadiem Makarim menginginkan agar sekolah tatap muka dilakukan pada Juli mendatang. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo sekolah tatap muka harus dijalankan dengan ekstra hati-hati. “Pandemi Covid-19 harus dihadapi, salah satu cara dari Organisasi Kesehatan Dunia adalah perubahan perilaku, gaya hidup baru, dan standar protokol kesehatan, termasuk di bidang pendidikan,” kata Budi Gunadi. PGRI Jakarta mengatakan yang paling banyak setuju, orang tua dengan anak di SD. Kalau daring pasti orang tua yang mengerjakan tugasnya,” ungkapnya.

Tanggapan orang tua mengenai sekolah tatap muka

Ia mengeluh kesulitan dalam membagi waktu dengan putrinya yang masih duduk di sekolah dasar. Di Tangerang sendiri, pemberian vaksin covid-19 sudah digelar dan guru yang ditemui olehNakita.id mengaku sudah mendapatkan vaksin covid-19. “Jadi sekolah kami mengandalkan PTM seminggu sekali karena uji coba. Kemarin hari Senin kelas 11 dan Minggu ini, Senin kelas 10, digilir,” jelas Fandi. Bank Dunia adalah salah satu organisasi dunia yang mendukung keputusan tersebut. Pasalnya, penutupan sekolah di seluruh dunia diperkirakan dapat mengakibatkan hilangnya pendapatan seumur hidup dari generasi yang saat ini berada di usia sekolah sebesar paling tidak US$10 triliun. Bisnis.com, JAKARTA – Keputusan Indonesia untuk mengembalikan anak-anak ke sekolah melalui Surat Keputusan Bersama empat Menteri sejalan dengan harapan sejumlah organisasi dunia.

Dari kuesioner dan surat pernyataan yang disebarkan bulan November, hampir eighty persen orang tua mengizinkan anaknya untuk mengikuti PTM. Menurut perempuan yang juga merupakan guru ini, selama belajar daring, proses pembelajaran dianggap kurang maksimal. Serta, tatap muka selain dengan guru di sekolah, dengan teman sebaya juga penting untuk Togel Online Terpercaya perkembangan anak. Pendidikan di masa pandemi yang mana semua pembelajaran dilakukan secara jarak jauh dan dalam jaringan dengan memanfaatkan smartphone masing-masing pelajar atau mahasiswa. Sekolah diharap mampu meyakinkan orang tua untuk bisa memberikan pembelajaran dengan aman dan sesuai dengan protokol kesehatan yang diimbau oleh pemerintah.

Tetap berikan batasan waktu kepada anak dalam menggunakan gawainya. Masalah lain yang juga dikeluhkan orang tua yaitu mulai dari kurang meleknya orang tua terhadap teknologi, tidak adanya fasilitas gawai atau media elektronik yang mumpuni, tidak adanya biaya untuk membeli pulsa, tidak adanya sinyal dan lain sebagainya. Bisa juga berolahraga ringan menirukan tutorial senam di youtube, meminta anak membantu memasak di dapur dan sebagainya. Namun semua dilakukan ketika tugas belajar di rumah telah selesai dikerjakan. Selesai mengerjakan tugas, usahakan anak disibukkan dengan belajar hal lain dan bermain di dalam rumah.

Pada masa pembelajaran jarak jauh atau daring, sangat dibutuhkan partisipasi orang tua agar pembelajaran ini dapat terlaksana dengan optimal. Dalam pembelajaran daring, orang tua merupakan rekan kerja guru dalam mengajar anak-anak di rumah. Oleh karena itu, orang tua harus berpartisipasi dalam menyampaikan kembali materi pembelajaran serta membuat anak memahami konsep yang diberikan guru secara online. Lalu orang tua akan membantu mereka dalam pengerjaan tugas jika terjadi kesulitan. Namun kendalanya tidak semua orang tua dapat mendampingi anak saat pembelajaran daring dengan beberapa alasan, misalnya orang tua bekerja. Hal inilah yang membuat pembelajaran daring belum diterima di masyarakat.

“Jadi orangtua yang bisa memilih, apakah anaknya belajar tatap muka atau tetap PJJ dari rumah,” ucap Nadiem. Padahal hingga saat ini, dilansir dari laman instagram @pandemictalks, vaksinasi di Indonesia baru mencapai 0,four persen dari whole populasi penduduk Indonesia. Sementara di negara lain yang intensitas vaksinasinya sudah lebih masif seperti Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Inggris Raya, hingga Turki masih mempertimbangkan rencana pembukaan sekolah tatap muka di negaranya. KlikBabel.com, Lubuk Besar – Akibat pandemi Covid-19 sekolah di Bangka Tengah masih belum bisa melakukan kegiatan Belajar Mengajar tatap muka.

Menurutnya, pemerintah harus menjamin kesehatan dan keselamatan anak dan tenaga pendidik. Ia menyarankan sekolah-sekolah memberlakukan sistem bubble, yang arti sederhananya adalah satu kelas maksimal terdiri dari 10 murid yang sama dengan satu guru tetap. Orang tua dan siswa menyambut baik uji coba pembelajaran tatap muka di Kabupaten Wonogiri.