Sekolah Tatap Muka Dimulai Januari 2021, Pemerintah Akan Tingkatkan Mutu Kesehatan

Misalnya, tingkat resiko penyebaran covid-19 di wilayahnya, ketersediaan tarsnportasi public, kondisi psikologis peserta didik, hingga ketersediaan fasilitas kesehatan. “Saya menghimbau semua stekholder untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat meskipun pengajar dan peserta didik sudah melakukan vaksinasi Covid-19,” pungkasnya. Sementara itu, Wahyu Agung Kuncoro, School Safety National Consultant dari UNICEF, menyorot kekurangan dari pelaksanaan PJJ dimana masih adanya warga di daerah yang belum terfasilitasi listrik ataupun piranti media terlaksananya proses PJJ online. Masalah lainnya adalah soal adanya sebagian siswa yang mengharuskan membantu orang tuanya di kala siang, sehingga tak bisa mengikuti proses KBM secara PJJ. Sehingga, menurut Wahyu, perlu ada upaya dari pihak berwenang untuk mendengarkan pendapat anak dan orang tua.

Data tersebut merupakan hasil dari proses verifikasi yang dilakukan Dikbud Kabupaten Gorontalo, beberapa waktu lalu. Guna mengantisipasi tatap muka nanti digelar, pihaknya terus menghimbau agar pihak sekolah untuk mengedepankan dan meningkatkan protokol kesehatan . Melihat contoh tweet di atas, warganet merasa senang atas rencana pemerintah yang akan kembali menerapkan sekolah tatap muka. Beberapa warganet merasa kangen dengan teman-teman, para guru, serta situasi sekolah yang tidak dapat dirasakan pada saat pembelajaraan online.

Namun, jika orang tua tetap tidak berkenan anak masuk sekolah, maka sekolah dilarang menjatuhkan sanksi pada siswa. Menkes Terawan menegaskan jajaran kesehatan berkomitmen untuk meningkatkan peran Puskesmas melakukan pengawasan dan pembinaan pada satuan pendidikan dalam penerapan protokol kesehatan. Dimana dengan pembelajaran secara terbatas tentu masih ada hambatan, tetapi kita harapkan dengan pembelajaran tatap muka proses belajar siswa akan lebih baik daripada dirumah, dan secara psikologis siswa tidak tertekan. Dalam kesempatan tersebut Wali Slot Online Terpercaya Kota Dumai, H. Paisal mengatakan dalam proses pembelajaran tatap muka nantinya, harus sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Huda menegaskan, Kemendikbud dan pemerintah daerah harus benar-benar intensif melakukan koordinasi terkait pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka ini. Koordinasi itu untuk memastikan jika pola pembelajaran tatap muka dilakukan dengan protokol Kesehatan yang ketat dan menghindari kemungkinan munculnya kluster baru penularan Covid-19 di sekolah.

Pemerintah mulai menghimbau untuk sekolah tatap muka

Blended learning merupakan opsi yang paling mungkin dilakukan untuk mengatasi kejenuhan peserta didik yang telah lama belajar dari rumah karena mereka berkesempatan untuk sesekali melaksanakan PTM di sekolah dan bertemu dengan guru dan teman-temannya. “Karena kalau tidak isi guidelines, satgas daerah tidak bisa menentukan kesiapan dari satuan pendidikan untuk melaksanakan PTM”, tegasnya dalam dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Tatap Muka Tahun 2021, pada Rabu (6/1). Sedangkan untuk penerapan jadwal dimulai belajar tatap muka, ia menjelaskan sudah bisa dilaksanakan semenjak SKB dikeluarkan.

Pembangunan infrastruktur telekomunikasi, bantuan gawai, serta program pendampingan guru tetap harus menjadi fokus pembangunan pendidikan kedepannya, karena di masa depan, blended learning atau pembelajaran campuran daring dan luring tidak dapat terelakkan. “Untuk melaksanakan apakah di bulan Januari akan ditetapkan tatap muka atau tidak kami akan melihat kondisi peta penyebaran covid-19 nanti, ” Tambahnya. “Saya juga sudah menyampaikan terkait himbauan tersebut sejak tiga bulan yang lalu ke Wilker untuk persiapan itu. Jadi semisalnya nanti ada hal-hal diluar dugaan kita, maka kita laksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang ada,” katanya.