Uji Coba Sekolah Tatap Muka Di Jakarta Berjalan Lancar

Taga menjelaskan 143 sekolah tambahan yang diizinkan mengikuti uji coba belajar tatap muka tahap dua terdiri dari 77 dari jenjang SD, 17 dari SMP, 12 dari SMA, 33 dari SMK, dan 4 dari lembaga kursus. Setelah melakukan uji coba tahap 1 dengan baik, kali ini uji coba sekolah tatap muka tahap muka di Jakarta pun siap digelar. Bisnis.com, JAKARTA – Dinas Pendidikan DKI Jakarta kembali menggelar uji coba pembelajaran tatap muka tahap kedua selama 7 hingga 24 Juni 2021 mendatang. Uji coba pembelajaran tatap muka kembali digelar hari ini (11/06) di sejumlah SD di DKI Jakarta. Sejumlah pembatasan pun diterapkan selama masa uji coba dan akan dievaluasi untuk mempertimbangkan sekolah tatap muka terbatas pada Juli mendatang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di 85 sekolah mulai 7 April hingga 29 April 2021.

Ikatan Dokter Anak Indonesia menilai kebijakan membuka sekolah atau melangsungkan pembelajaran tatap muka belum aman diterapkan dalam waktu dekat. Mereka mempertimbangkan hak anak berdasarkan konvensi Hak-hak Anak dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Keputusan Presiden No. 36 Tahun 1990. Selain itu, perkembangan Covid-19 secara nasional yang kembali meningkat, temuan kasus varian baru dan, cakupan vaksinasi yang belum mencapai target. Dalam pelaksanaannya uji coba ini Pemprov DKI membatasi jumlah siswa di setiap kelas maksimal 50% dari kapasitas. Materi pembelajaran pun esensial, tidak ada olahraga, ekstrakurikuler.

Ada 1,5 juta peserta didik dan 82 ribu guru di DKI Jakarta, jadi kami harus hati-hati bila membukanya dengan melakukan asesmen,” ujarnya. “Maksimal sekali datang hanya boleh dua jam. Jadi dipastikan oleh beliau bahwa pendidikannya dilakukan dengan metode tatap muka yang terbatas,” terang Budi Gunadi Sadikin. Jumlah peserta didik yang terbatas dengan maksimal 50% dari daya tampung per kelas dan pengaturan jarak 1,5 meter antarsiswa. Pihak berwenang di Lingwala, di pinggiran ibu kota Kongo, Kinshasa, menanggapi ancaman infeksi virus corona di kalangan siswa dengan amat serius. Setiap siswa yang belajar di Sekolah Reverend Kim diharuskan untuk mengukur suhu tubuh sebelum diizinkan masuk gedung. “Selama uji coba berlangsung, tidak ada informasi terkonfirmasi kasus positif COVID-19. Kemudian tidak ada penolakan dari lingkungan sekitar, baik dari lurah maupun masyarakat sekitar,” jelas dia.

Uji coba pembelajaran tatap muka terbatas tahap kedua di wilayah Dinas Pendidikan DKI Jakarta dimulai pada 7 Juni 2021. Poin keempat yaitu seluruh guru dan tenaga pendidik di sekolah yang menjalankan uji coba tatap muka sudah divaksinasi Covid-19. Selama berjalannya uji coba belajar tatap muka, Taga menyebutkan, seluruh stakeholder, baik dari kelurahan dan puskesmas di wilayah tempat sekolah, tidak ada bentuk penolakan tertentu. AKURAT.CO,Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Pemprov DKI tengah mempersiapkan uji coba terbatas sekolah tatap muka yang akan mengombinasikan sekolah tatap muka dengan daring. “Jadi mohon kepada kepala daerah karena vaksin kita kirim ke daerah, prioritaskan guru dan lansia. Guru harus sudah divaksinasi sebelum tatap muka terbatas dilaksanakan,” jelas Budi.

Murid di SD Petri di Dortmund, negara bagian Nordrhein-Westfalen , jadi teladan yang patut ditiru. Sebagaimana sekolah di seluruh NRW yang merupakan negara bagian terpadat di Jerman, sekolah ini juga mewajibkan murid untuk memakai masker, termasuk di dalam ruang kelas. Sampai sekarang belum bisa dinilai apakah aturan ini berhasil Agen Bola Online atau tidak. Sedangkan 143 merupakan sekolah baru yang dinyatakan lulus seleksi uji coba tahap kedua dari 300 sekolah yang mendaftar. Uji coba tatap muka itu dilaksanakan selama tiga pekan pada 9-26 Juni 2021. Setelah diuji coba, bahan evaluasi akan dijadikan pertimbangan untuk melanjutkan sekolah tatap muka di DKI Jakarta.

Yang jelas, kata Riza, permintaan dan arahan dari Presiden Jokowi menjadi pertimbangan penting Pemprov dalam memutuskan sekolah tatap muka. Guna mengatasi hal tersebut pemerintah saat ini telah mengurai tekanan beban yang ada di rumah sakit, yakni dengan merujuk pasien COVID-19 berat ke kota terdekat. Budi mengatakan pasien dengan kondisi berat di Kudus dirujuk ke Semarang, sedangkan di Bangkalan disalurkan ke Surabaya. Menurutnya, saat ini kapasitas rumah sakit di Semarang dan Surabaya masih cukup untuk menerima pasien rujukan dari Kudus dan Bangkalan. “Kalau dimungkinkan itu, harus dapat izin orang tua, kalau pun nanti dimungkinkan tapi orang tua berkeberatan, itu hak orang tua bisa mengikuti secara online atau virtual atau daring, kalau nanti dimungkinkan dibuka,” imbuhnya. Sampai saat ini, kata Riza, Pemprov DKI Jakarta berkoordinasi dengan berbagai pihak.

Sekolah tatap muka Jakarta

Momon mengatakan Pemerintah Provinsi DKI melalui Disdik tidak memaksa sekolah di Jakarta untuk mengikuti uji coba. Berkaitan dengan hal itu, Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah mengatakan, akan ada 83 sekolah peserta uji coba sekolah tatap muka tahap 1 yang kembali mengikuti uji coba tatap muka tahap kedua. Meski begitu, kata Budi keputusan terakhir anak untuk melakukan pembelajaran tatap muka tersebut tetap berada di tangan orang tua. Ia juga menekankan kepada semua sekolah untuk segera melakukan vaksinasi penuh kepada semua guru sebelum kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka ini dimulai. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)Taga menjelaskan dari jumlah 226 sekolah, terdapat 83 sekolah yang sebelumnya ikut dalam uji coba belajar tatap muka terbatas tahap pertama. Ratusan sekolah di Jakarta sudah siap untuk menggelar uji coba pembelajaran tatap muka terbatas tahap 2.